30/30 : apa benar menulis itu seperti yang orang bilang?

by - May 19, 2020


Hari terakhir tantangan ini. Ya, saya adalah tipe yang tetap pada hitungan waktu. Meskipun begitu, terkadang banyak hal tentang menulis yang janggal bagi saya. Tentunya, menulis bisa menjadi obat yang menyembuhkan, atau malah rajam yang menyiksa. Itu kembali pada pemikiran siapa yang dipakai.


Kejanggalan perasaan ini berawal dari cuitan twitter dari beberapa penulis yang saya ikuti di Twitter. Pertama, kontroversi mengenai apakah dalam menulis seseorang bisa bebas saja atau harus terikat dengan berbagai aturan. Sangat banyak penulis pemula yang suka menulis bebas. Sayang, untuk terbit sekarang sungguhlah ketat. Disinilah mulai beberapa penulis terkenal menyatakan bahwa menulis tidak sebebas itu. Mulai dari mengeluarkan teknik yang mereka pakai untuk membuat karya mereka 'marketable', sampai mengajari beberapa orang cara menulis yang 'marketable'.

credit
Kedua, masalah curhat dalam tulisan. Ada dua akun penulis yang seakan saling sahut-sahutan. Satu penulis menyatakan bahwa 'jangan' curhat dalam tulisan. Argumennya adalah emosi itu tidak bisa diwujudkan secara sempurna, sehingga ketika kita menulis dalam keadaan emosi tidak stabil, tulisan kita malah menjadi tidak 'marketable'. Satu penulis lagi berpendapat, curhat dalam tulisan itu boleh saja, karena itu membuat tulisan lebih otentik sekaligus membuat lega si penulis. Selain itu, ada banyak faktor lagi yang membuat tulisan 'marketable'.

Ketiga, apakah tulisan harus mengajarkan satu nilai atau menunjukkan keambiguan dalam kehidupan. Satu penulis berpendapat, tulisannya harus membangunkan banyak orang akan standar, mengajarkan nilai moral yang lebih baik dan pesan yang disampaikan penulis harus sama dengan pesan yang diterima pembaca. Sementara penulis lain berpendapat bahwa kehidupan memiliki terlalu banyak hal ambigu. Untuk itu tulisan harus secara jujur menyampaikan itu, apa nilai moral yang dapat diambul diserahkan pada setiap pembaca.

Semua hal itu mengantarkan saya pada satu pertanyaan : apakah menulis itu seperti yang disampaikan semua orang? Apakah memang semua orang menyatakan menulis itu menyembuhkan atau sebaliknya? Atau menulis-sebagaimana kegiatan lain-hanyalah sekian banyak dari kegiatan yang dimaknai berbeda bagi komunitas manusia?

Jika kamu punya pendapat lain, sudilah berbagi di kolom komentar. 
Regards,

You May Also Like

0 Psycho-react!